Showing posts with label Ahlussunnah wal Jama’ah. Show all posts
Showing posts with label Ahlussunnah wal Jama’ah. Show all posts

Friday, September 8, 2017

Orang Tua Nabi Muhammad ﷺ Masuk Surga


Di dalam kitab “Kifayatul ‘Awam” karya Syeikh Ibrahim Al-Baujuri halaman 24-25, cetakan “Darul Kutub al-Islamiyyah”, Kalibata – Jakarta Selatan disebutkan bahwa orang tua Nabi Muhammad  masuk surga dengan keterangan sebagai berikut :

Artinya :
=====
Ahlul Fatrah adalah orang-orang yang tidak ada di zaman Rasul atau tidak ada Rasul yang diutus Allah kepada mereka. Mereka adalah golongan orang-orang yang selamat, meskipun mereka para penyembah berhala, karena udzur mereka. Allah ta’ala memberikan tempat-tempat khusus di surga, bukan surga karena amal mereka. Karena, tidak ada amal sama sekali bagi mereka. Inilah fakta masalah. Oleh karena itu, peliharalah fakta masalah ini!

Tuesday, August 1, 2017

Syarat & Kehati-Hatian Ulama Terdahulu Dalam Berfatwa


At Thahawi Perlu Izin Qadhi Maliki Sebelum Berfatwa

Qadhi Abu Utsman Al-Baghdadi meskipun termasuk ulama besar dan hakim madzhab Al-Maliki, namun beliau sering mengunjungi Imam At-Thahawi yang bermadzhab Hanafi untuk menyimak karya-karya beliau.

Suatu saat ketika kedua ulama besar itu bertemu ada seorang datang untuk meminta fatwa. Imam At-Thahawi pun menyampaikan kepada orang itu, ”Madzhab Qadhi demikian…”

Si penanya pun mengatakan kepada Imam At Thahawi, ”Saya bukan datang untuk Qadhi, sesungguhnya saya datang kepada Anda.”

Qadhi Abu Utsman pun turut berbicara kepada Imam At-Thahawi, ”Berilah fatwa dengan pendapatmu.”

Imam At-Thahawi pun menjawab, ”Sebagaimana telah dizinkan oleh Qadhi, maka silahkan Anda (Qadhi) memberi fatwa kemudian baru saya.”

Dari kisah ini Al Hafidz As-Sakhawi menyampaikan bahwa demikianlah adab Imam At-Thahawi dan kelebihan beliau, sebagaimana Qadhi Abu Utsman yang mengunjungi beliau juga memiliki adab dan keutamaan.

Kisah ini dinukil Syeikh Muhammad Az-Zahid Al-Kautsari, ulama Kekhalifahan Al-Utmani dari At-Tibr Al-Masbuq karya Al-Hafidz As-Sakhawi (Al Maqalat Al Kautsari, hal. 348)

Perbedaan madzhab Asy’ari dan al-Maturidy


Berikut ini adalah tulisan yang kami rangkum dari kitab Syarah Risalah Masail al-Ikhtilaf baina al-Asy’arah wal- Maturidiyah karangan Ibnu al-Kamal Pasya (873-940 H) dengan syarahnya oleh Said Fudah (Penerbit : Dar al-Fatah). Dalam muqaddimah syarah kitab tersebut dijelaskan, bahwa Ibnu al-Kamal Pasya seorang ulama terkenal pada zaman Daulah Usmaniyah Turki. Beliau hidup semasa dengan Imam al-Suyuthi.

Adapun perbedaan mazhab Asy’ari dan al-Maturidy berdasarkan tulisan di atas antara lain :

Thursday, July 27, 2017

Nasab Baginda Nabi Muhammad ﷺ Sampai Nabi Adam 'Alaihis salam


Rasulullah ﷺ sebagai manusia terbaik, sebagi nabi dan rasul terbaik itu semuanya apa yang beliau lakukan, apa yang beliau miliki, memiliki arti yang dalam bagi kita hari ini. Itulah kenapa nabi menjadi uswatun hasanah (teladan yang baik). Termasuk masalah nasab. Kalau masalah nasab bisa jadi kita berkata bahwa masalah lahir keturunan siapa bukanlah pilihan kita. Tapi ada sisi yang secara nasab bisa menjadi pelajaran besar bagi kita.

Apa hikmah dibalik kita belajar nasab Rasulullah ﷺ?

1. Nasab Rasulullah ﷺ tercatat lengkap dalam sejarah 15 abad lalu. Padahal jaman dahulu jangankan catat mencatat, bahkan buta huruf adalah hal yang lazim. Tapi nasab rasul tercatat lengkap dalam sejarah. Ini menunjukkan betapa pentingnya perhatian kita terhadap nasab. Kalau anak-anak kecil di Arab ditanya siapa namanya, maka dia akan menyebutkan beberapa nama. Misalnya namanya, Muhammad Ahmad Ibrahim Al Hardi. Itu bukan satu nama, melainkan 3 nama, 3 orang. Muhammad (namanya), Ahmad (nama bapaknya), Ibrahim (nama kakeknya), dan Al Hardi adalah nama keluarga besarnya, sukunya. Di situ baru bisa dilacak.

Sunday, May 14, 2017

Leluhur Nabi Muhammad ﷺ Yang Wajib Kita Ketahui


Salah satu bentuk kecintaan seseorang pada sesuatu atau pada orang lain maka dia akan berusaha mengetahui segala sesuatu yang berhubungan dengan barang atau orang tersebut. Begitu juga kecintaan kita terhadap Baginda Sayyidul ‘alam Rasulullah Muhammad ﷺ, kita perlu mengetahui garis keturunan atau leluhur Rasulullah ﷺ, agar semakin bertambah rasa mahabbah kita kepada beliau.

Berikut leluhur Nabi ﷺ sampai pada kakek yang ke-dua puluh :

Sunday, April 30, 2017

Dalil-dalil Keutamaan Malam Nisfu Sya’ban


Setiap malam nishfu Sya’ban, kaum Muslimin di Indonesia meramaikannya dengan beragam tradisi, seperti selamatan bersama, yang disebut dengan istilah ruwahan, menunaikan shalat sunnah baik secara berjamaah maupun sendirian, membaca surat Yasin dan diakhiri dengan doa. Adakah hadits shahih yang dapat dijadikan hujjah dalam menghidupkan malam Nishfu Sya’ban dengan aneka ragam amal shaleh? Mengingat kaum Salafi-Wahabi membid’ahkan menghidupkan malam Nishfu Sya’ban dengan aneka ragam ibadah.

Saturday, April 8, 2017

Mengapa Kita Harus Bermadzhab

Kajian Islam Bersama Habib Novel Alaydrus, Pengasuh Majelis Ilmu dan Dzikir Ar-Raudhah SOLO, Jawa Tengah

Thursday, April 6, 2017

Tradisi Menurut Al-Qur'an, As-Sunnah, Sahabat, dan Ulama


Pada dasarnya, Islam itu agama. Islam bukan budaya dan bukan tradisi. Akan tetapi harus dipahami bahwa Islam tidak anti budaya dan tidak anti tradisi. Dalam menyikapi budaya dan tradisi yang berkembang di luar Islam, Islam akan menyikapinya dengan bijaksana, korektif, dan selektif.

Ketika sebuah tradisi dan budaya tidak bertentangan dengan agama, maka Islam akan mengakui dan melestarikannya. Tetapi, ketika suatu tradisi dan budaya bertentangan dengan nilai-nilai agama, maka Islam akan memberikan beberapa solusi, seperti menghapus budaya tersebut, atau melakukan islamisasi dan atau meminimalisir kadar mafsadah dan madharat budaya tersebut. Namun ketika suatu budaya dan tradisi masyarakat yang telah berjalan tidak dilarang dalam agama, maka dengan sendirinya menjadi bagian yang integral dari syari’ah Islam. Demikian ini sesuai dengan dalil-dalil al-Qur’an, Hadits, dan atsar kaum salaf yang dipaparkan oleh para ulama dalam kitab-kitab yang mu’tabar (otoritatif).

Tuesday, April 4, 2017

“Mengkafirkan Abu Thalib, Menyakiti Hati Nabi ﷺ” : Biografi Sayyid Ahmad Zaini Dahlan (1816 – 1886)

Sayyid Ahmad Zaini Dahlan
Sayyid Ahmad Zaini Dahlan bukanlah nama asing di kalangan para pengkaji Islam, terutama para kyai dan santri di Pesantren-pesantren di Indonesia. Sebab banyak para ulama Nusantara yang menimba ilmu darinya di kota Mekah atau Madinah. Ulama dan mufti kota Mekah ini, merupakan seorang ulama Ahlussunnah wal jamaah kaliber dunia yang karya-karyanya banyak menjadi rujukan.

Kemasyhurannya ini dapat diketahui dari gelar-gelar dan ungkapan yang disebutkan ulama mengenai dirinya seperti al-Imam al-Ajal (Imam pada waktunya), Bahrul Akmal (Lautan Kesempurnaan), Faridu ‘Ashrihi wa Aawaanihi(Ketunggalan masa dan waktunya), Syeikhul-Ilm wa Haamilu liwaaihi (Syeikh Ilmu dan Pembawa benderanya) Hafidzu Haditsin Nabi wa Kawakibu Samaihi (Penghafal Hadits Nabi dan Bintang-bintang langitnya), Ka’batul Muriidin wa Murabbis Saalikiin (Tumpuan para murid dan Pendidik para salik).

Saturday, March 25, 2017

Asy'ariyyah


Siapakah Sebenarnya Asy'ariyyah?

Berawal dari pertanyaan yang tak terjawab dari member Piss-Ktb tentang kenapa dan mengapa harus mengikuti ASY'ARIYYAH, siapakah sebenarnya ASY'ARIYYAH??? 
Berikut saya coba buat catatan khusus yg semoga bisa menjawab pertanyaan tersebut.

Thursday, March 23, 2017

Al-Allamah As-Syeikh Muhammad Sa`id Ramadhan Al-Buthy Pernah Menolak Undangan "Maulid"?

Al-Allamah As-Syeikh Muhammad Sa`id Ramadhan Al-Buthy Pernah Menolak Undangan "Maulid"?

Ternyata Syahid Dr. Muhammad Sa`id Ramadhan Al-Buthy ra pernah menolak untuk hadir di acara peringatan maulid (kelahiran). Ya, acara maulid! Tapi bukan acara peringatan Maulid Nabi Muhammad ﷺ, melainkan peringatan maulid Muhammad bin Abdul Wahhab (pendiri madzhab Wahhabi).

Wednesday, March 22, 2017

Aqidah Aswaja : Allah Tidak Bertempat di Langit

Assalaamu 'Alaikum Wa Rohmatullaahi Wa Barokaatuh ...
Bismillaah Wal Hamdulillaah ...
Wash-sholaatu Was-salaamu 'Alaa Rasuulillaah ...
Wa 'Alaa Aalihi Wa Shohbihi Wa Man Waalaah ...

۰۞۰ ۰۞۰ ۰۞۰ ۰۞۰ ۰۞۰

Allah adalah Dzat yang keberadaan-Nya tidak `harus` terikat berada di tempat mana, termasuk tidak berada di langit maupun di surga. Karena Allah itu bukan makhluk yang membutuhkan tempat. Allah adalah Dzat yang berdiri sendiri, dan tempat itu adalah makhluk. Sedangkan langit juga adalah makhluk, dan tempat yang berada di bawah serta di atas langit juga makhluk. Semua makhluq, termasuk langit, dan tempat yang berada di atas maupun di bawah langit itu adalah ciptaan Allah, sedangkan sebelum Allah menciptakan makhluk, Allah tidak membutuhkan apapun terhadap makhluk. Termasuk tidak butuh makhluk yang bernama tempat.

Sunday, March 19, 2017

Kenapa Harus Kitab Kuning? Tidak Langsung Al-Qur'an dan Sunnah Saja

Assalaamu 'Alaikum Wa Rohmatullaahi Wa Barokaatuh ...

Bismillaah Wal Hamdulillaah ...
Wash-sholaatu Was-salaamu 'Alaa Rasuulillaah ...
Wa 'Alaa Aalihi Wa Shohbihi Wa Man Waalaah ...

۰۞۰ ۰۞۰ ۰۞۰ ۰۞۰ ۰۞۰

Fenomena penolakan sebagian kalangan terhadap konsep Taqlid untuk kaum awam menimbulkan polemik bagi ummat Islam, terutama bagi orang seperti kita yang tidak memiliki kemampuan untuk memahami agama langsung dari sumbernya yakni Al-Qur'an dan As-Sunnah (Hadits).

Disamping itu keengganan untuk bermadzhab (baca; Taqlid) telah serta merta membangkitkan semangat sebagian ummat Islam untuk beristinbath (menggali hukum langsung dari sumbernya, yakni Al-Qur'an dan As-Sunnah) tanpa disertai sarana yang memadahi. Dan akibatnya dapat kita rasakan, betapa spirit agama yang semestinya adalah Rahmatan Lil ‘Alamiin berubah menjadi Fitnah Perpecahan diantara sesama ummat islam.

Oleh karenanya sebelum kita melepaskan diri dari mata rantai bermadzhab (Taqlid) sebaiknya kita bercermin diri setidaknya tentang beberapa hal :

Mengapa Bermadzhab?

Oleh Syeikh Dr. Amru Wardani

Mereka berkata : Kamu bermadzhab karena kamu seorang yang fanatik!

Saya jawab : Tidak! saya bukan fanatik. Saya berlindung dengan Allah daripada sifat fanatik. Saya bermadzhab karena saya melihat bahwa madzhab-madzhab fiqh semuanya :

1) Musannadah :
Madzhab-madzhab ini memiliki sanad sampai kepada Rasulullah  sehingga kesahihannya terjamin.

Islamuna.info Google-nya ASWAJA

Assalaamu 'Alaikum Wa Rohmatullaahi Wa Barokaatuh ...
Bismillahirrahmanirrahim.

Dikit-dikit mbah google
dikit-dikit mbah google
Seluruh dunia berguru kepada mbah google
Mulai dari yang zindiq sampai yang tashawuf dia tahu

Hingga banyak orang awam sulit membedakan mana yang benar, mana yang salah. Mana situs aswaja, mana yang sawah. Mana situs yang diridhoi, mana pula yang tidak.

Oleh karena itu jika anda mau bertanya tentang dunia Islam, baik hukum maupun informasi keislaman yang lain, gunakan selalu www.islamuna.info.

Insya Allah kami jamin anda tidak akan tersesat kepada situs-situs tetangga.

۰۞۰ ۰۞۰ ۰۞۰ ۰۞۰ ۰۞۰
۰۞۰ ۰۞۰ ۰۞۰ ۰۞۰ ۰۞۰

Pengertian Ahlussunnah Wal Jama'ah

Assalaamu 'Alaikum Wa Rohmatullaahi Wa Barokaatuh ...

Bismillaah Wal Hamdulillaah ...
Wash-sholaatu Was-salaamu 'Alaa Rasuulillaah ...
Wa 'Alaa Aalihi Wa Shohbihi Wa Man Waalaah ...

۰۞۰ ۰۞۰ ۰۞۰ ۰۞۰ ۰۞۰

Aswaja merupakan singkatan dari Ahlussunnah Wal Jama’ah. Ada 3 suku kata yang membentuknya, yaitu :

1. Ahlun bermakna :

a. Keluarga (Ahlul bayt, keluarga rumah tangga)
b. Pengikut (Ahlussunnah, pengikut sunnah)
c. Penduduk (Ahlul Jannah, penduduk surga)

2. As-Sunnah dalam kitab Risalah Ahl al-Sunnah Wal al-Jama’ah karya Hadrotus Syaikh Kyai Haji Hasyim Asy’ari[1] :

اَلسُّنَةُ لُغَةً اَلطَّرِيْقَةُ وَلَوْ غَيْرَ مَرْضِيَّةٍ، وَشَرْعًا اِسْمٌ لِلطَّرِيْقَةِ الْمَرْضِيَّةِ الْمَسْلُوْكَةِ فِي الدِّيْنِ سَلَكَهَا رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَوْ غَيْرُهُ مِمَّنْ هُوَ عَلِمَ فِي الدِّيْنِ كَالصَّحَابَةِ ، لِقَوْلِهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : عَلَيْكُمْ بِسُنَّتِيْ وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ مِنْ بَعْدِيْ، وَعُرْفًا مَا وَاظَبَ عَلَيْهِ مُقْتَدِى نَبِيًّا كَانَ أَوْ وَلِيًّا، وَالسُّنِّي مَنْسُوْبٌ إِلى السُّنَّةِ اهـ (حضرة الشيخ محمد هاشم أشعري، رسالة أهل السنة والجماعة ,ص٥).

a. Menurut lughowi (bahasa) : Jejak dan langkah walaupun tidak diridhai Allah SWT
b. Secara syar’i : Jejak yang diridhai Allah SWT dan menjadi pijakan dalam agama, yang pernah ditempuh oleh Rasulullah ﷺ atau orang yang menjadi panutan dalam agama seperti sahabat.
c. Secara ‘urfi (tradisi) : Ajaran yang dilalui oleh seorang panutan dalam agama, seperti nabi atau wali. (Risalah Ahl al-Sunnah Wal al-Jama’ah hal. 5)

Aswaja Info

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Blog ini insya Allah akan kami isi dengan berbagai artikel dan ulasan tentang Pengertian Ahlussunnah wal Jama’ah, baik tentang ajaran dan ilmu-ilmunya, biografi para ulama dan tokoh-tokohnya, maupun tentang dalil-dalil amalan yang ada di dalamnya.

Semoga isi dari blog ini dapat membantu dan membawa manfaat serta barokah bagi penulis dan bagi setiap yang membacanya.
Aamiin...

۰۞۰ ۰۞۰ ۰۞۰ ۰۞۰ ۰۞۰

Berdosakah Kita Bila Tidak Mengamalkan Hadits Shahih?

Pertanyaan : Assalamu ‘alaikum wr. wb. Bila ada hadits yang shahih dan telah disepakati keshahihannya oleh para ulama ahli hadits,...