Showing posts with label Aqidah. Show all posts
Showing posts with label Aqidah. Show all posts

Friday, September 8, 2017

Orang Tua Nabi Muhammad ﷺ Masuk Surga


Di dalam kitab “Kifayatul ‘Awam” karya Syeikh Ibrahim Al-Baujuri halaman 24-25, cetakan “Darul Kutub al-Islamiyyah”, Kalibata – Jakarta Selatan disebutkan bahwa orang tua Nabi Muhammad  masuk surga dengan keterangan sebagai berikut :

Artinya :
=====
Ahlul Fatrah adalah orang-orang yang tidak ada di zaman Rasul atau tidak ada Rasul yang diutus Allah kepada mereka. Mereka adalah golongan orang-orang yang selamat, meskipun mereka para penyembah berhala, karena udzur mereka. Allah ta’ala memberikan tempat-tempat khusus di surga, bukan surga karena amal mereka. Karena, tidak ada amal sama sekali bagi mereka. Inilah fakta masalah. Oleh karena itu, peliharalah fakta masalah ini!

Hukum Ziarah dan Tabarruk ke Makam Orang Shaleh dan Waliyullah


Kitab “Al-Bidayah wan Nihayah karya Al-Hafidz Ibnu Katsir cetakan Daar el-Fikr tahun 1978 Jilid 6 Juz 12 halaman 287.

# الخضر بن نصر #
===========

على بن نصر الأربلى الفقيه الِشافعي أول من درس بأربل فى سنة ثلاث و ثلاثين و خمسمائة , و كان فاضلا دينا , انتفع به الناس , و كان قد اشتغل على الكيا الهراسي و غيره ببغداد , و قدم دمشق فأرخه ابن عساكر فى هذه السنة , و ترجمه ابن خلكان فى الوفيات , و قال قبره يزار , و قد زرته غير مرة , و رأيت الناس ينتابون قبره و يتبركون به

Artinya :

“Ali bin Nasr al-Arbil, seorang ulama pakar fiqih Syafi’i adalah orang pertama yang mengajar di daerah Arbil pada tahun 533 H/1139 M. Beliau seorang yang mempunyai keistimewaan di bidang ilmu agama. Banyak orang mengambil manfa’at dengan keilmuan beliau. Beliau sibuk sekali di al-Harasyi dan lainnya di Baghdad. Beliau mendatangi Damsyiq (sekarang Damaskus – Syria). Kemudian Ibnu ‘Asakir menuliskan sejarah tentang beliau pada tahun itu juga, dan Ibnu Khulkan menterjemahkannya ke dalam kitab-kitab sejarah secara cermat. Dan dia berkata : Makam beliau suka diziarahi orang. Sesungguhnya aku (Imam Ibnu Katsir, pengarang kitab ini) pun sering menziarahinya. Aku melihat orang-orang meninggikan kuburannya dan mengambil berkah dengan menziarahinya (bukan menyembah dan meminta berkah kepada kuburan) pula.”

Saturday, March 25, 2017

Asy'ariyyah


Siapakah Sebenarnya Asy'ariyyah?

Berawal dari pertanyaan yang tak terjawab dari member Piss-Ktb tentang kenapa dan mengapa harus mengikuti ASY'ARIYYAH, siapakah sebenarnya ASY'ARIYYAH??? 
Berikut saya coba buat catatan khusus yg semoga bisa menjawab pertanyaan tersebut.

Wednesday, March 22, 2017

Aqidah Aswaja : Allah Tidak Bertempat di Langit

Assalaamu 'Alaikum Wa Rohmatullaahi Wa Barokaatuh ...
Bismillaah Wal Hamdulillaah ...
Wash-sholaatu Was-salaamu 'Alaa Rasuulillaah ...
Wa 'Alaa Aalihi Wa Shohbihi Wa Man Waalaah ...

۰۞۰ ۰۞۰ ۰۞۰ ۰۞۰ ۰۞۰

Allah adalah Dzat yang keberadaan-Nya tidak `harus` terikat berada di tempat mana, termasuk tidak berada di langit maupun di surga. Karena Allah itu bukan makhluk yang membutuhkan tempat. Allah adalah Dzat yang berdiri sendiri, dan tempat itu adalah makhluk. Sedangkan langit juga adalah makhluk, dan tempat yang berada di bawah serta di atas langit juga makhluk. Semua makhluq, termasuk langit, dan tempat yang berada di atas maupun di bawah langit itu adalah ciptaan Allah, sedangkan sebelum Allah menciptakan makhluk, Allah tidak membutuhkan apapun terhadap makhluk. Termasuk tidak butuh makhluk yang bernama tempat.

Sunday, March 19, 2017

Pengertian Ahlussunnah Wal Jama'ah

Assalaamu 'Alaikum Wa Rohmatullaahi Wa Barokaatuh ...

Bismillaah Wal Hamdulillaah ...
Wash-sholaatu Was-salaamu 'Alaa Rasuulillaah ...
Wa 'Alaa Aalihi Wa Shohbihi Wa Man Waalaah ...

۰۞۰ ۰۞۰ ۰۞۰ ۰۞۰ ۰۞۰

Aswaja merupakan singkatan dari Ahlussunnah Wal Jama’ah. Ada 3 suku kata yang membentuknya, yaitu :

1. Ahlun bermakna :

a. Keluarga (Ahlul bayt, keluarga rumah tangga)
b. Pengikut (Ahlussunnah, pengikut sunnah)
c. Penduduk (Ahlul Jannah, penduduk surga)

2. As-Sunnah dalam kitab Risalah Ahl al-Sunnah Wal al-Jama’ah karya Hadrotus Syaikh Kyai Haji Hasyim Asy’ari[1] :

اَلسُّنَةُ لُغَةً اَلطَّرِيْقَةُ وَلَوْ غَيْرَ مَرْضِيَّةٍ، وَشَرْعًا اِسْمٌ لِلطَّرِيْقَةِ الْمَرْضِيَّةِ الْمَسْلُوْكَةِ فِي الدِّيْنِ سَلَكَهَا رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَوْ غَيْرُهُ مِمَّنْ هُوَ عَلِمَ فِي الدِّيْنِ كَالصَّحَابَةِ ، لِقَوْلِهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : عَلَيْكُمْ بِسُنَّتِيْ وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ مِنْ بَعْدِيْ، وَعُرْفًا مَا وَاظَبَ عَلَيْهِ مُقْتَدِى نَبِيًّا كَانَ أَوْ وَلِيًّا، وَالسُّنِّي مَنْسُوْبٌ إِلى السُّنَّةِ اهـ (حضرة الشيخ محمد هاشم أشعري، رسالة أهل السنة والجماعة ,ص٥).

a. Menurut lughowi (bahasa) : Jejak dan langkah walaupun tidak diridhai Allah SWT
b. Secara syar’i : Jejak yang diridhai Allah SWT dan menjadi pijakan dalam agama, yang pernah ditempuh oleh Rasulullah ﷺ atau orang yang menjadi panutan dalam agama seperti sahabat.
c. Secara ‘urfi (tradisi) : Ajaran yang dilalui oleh seorang panutan dalam agama, seperti nabi atau wali. (Risalah Ahl al-Sunnah Wal al-Jama’ah hal. 5)

Berdosakah Kita Bila Tidak Mengamalkan Hadits Shahih?

Pertanyaan : Assalamu ‘alaikum wr. wb. Bila ada hadits yang shahih dan telah disepakati keshahihannya oleh para ulama ahli hadits,...