Showing posts with label Kisah Hikmah. Show all posts
Showing posts with label Kisah Hikmah. Show all posts

Saturday, September 16, 2017

Al Madad Fil Masyhad : Sebut Namaku Dan Berjalanlah Di Atas Air


"Al Madad Fil Masyhad"
Karunia, pertolongan, dan keberkahan dari Allah berbanding lurus dengan cara pandang dan keyakinan kita"
=======
Tidak dipungkiri bahwa keagungan Nabi ﷺ melebihi segalanya, termasuk keagungan para Anbiya’ sebelumnya dan para Auliya' sesudahnya. Rasulullah ﷺ adalah batangnya (ashl ) sedang mereka semua adalah cabang-cabangnya (far’u).

"Wakulluhum min Rasulillahi multamisun, ghorfan minal bahhri au rashfan minad diyami."
Mereka semua meneguk secakup air dari lautan kemuliaan Rasulullah ﷺ. Atau mereka menyesap tetes-tetes air dari hujan kemuliaannya, ~ Al Bushiriy.

Tuesday, August 1, 2017

Syarat & Kehati-Hatian Ulama Terdahulu Dalam Berfatwa


At Thahawi Perlu Izin Qadhi Maliki Sebelum Berfatwa

Qadhi Abu Utsman Al-Baghdadi meskipun termasuk ulama besar dan hakim madzhab Al-Maliki, namun beliau sering mengunjungi Imam At-Thahawi yang bermadzhab Hanafi untuk menyimak karya-karya beliau.

Suatu saat ketika kedua ulama besar itu bertemu ada seorang datang untuk meminta fatwa. Imam At-Thahawi pun menyampaikan kepada orang itu, ”Madzhab Qadhi demikian…”

Si penanya pun mengatakan kepada Imam At Thahawi, ”Saya bukan datang untuk Qadhi, sesungguhnya saya datang kepada Anda.”

Qadhi Abu Utsman pun turut berbicara kepada Imam At-Thahawi, ”Berilah fatwa dengan pendapatmu.”

Imam At-Thahawi pun menjawab, ”Sebagaimana telah dizinkan oleh Qadhi, maka silahkan Anda (Qadhi) memberi fatwa kemudian baru saya.”

Dari kisah ini Al Hafidz As-Sakhawi menyampaikan bahwa demikianlah adab Imam At-Thahawi dan kelebihan beliau, sebagaimana Qadhi Abu Utsman yang mengunjungi beliau juga memiliki adab dan keutamaan.

Kisah ini dinukil Syeikh Muhammad Az-Zahid Al-Kautsari, ulama Kekhalifahan Al-Utmani dari At-Tibr Al-Masbuq karya Al-Hafidz As-Sakhawi (Al Maqalat Al Kautsari, hal. 348)

Thursday, April 6, 2017

Umat Yang Dirahmati dan Dikasihi


۰۞۰ ۰۞۰ ۰۞۰ ۰۞۰ ۰۞۰

أُمَّتِيْ أُمَّةٌ مَرْحُوْمَةٌ لَيْسَ عَلَيْهَا عَذَابٌ فِي اْلآخِرَةِ عَذَابُهَا فِي الدُّنْيَا : اَلْفِتَنُ وَ الزَّلاَزِلُ وَ الْقَتْلُ

“Umatku ini adalah umat yang dirahmati. Tidak ada azab bagi mereka di akhirat. Azabnya adalah di dunia, berupa fitnah-fitnah, musibah-musibah, dan pembunuhan.” (Dari Kitab al-Jami’ ash-Shaghir: I/65)

Hadits di atas juga dicantumkan oleh Imam Bukhari dalam kitab Tarikhnya: 1/1/38–39, Abu Daud no. 4278, al-Hakim: 4/444, Ahmad: 4/410 dan 418, ath-Thabrani dalam al-Mu’jam ash-Shaghir hlm. 3, dari jalur Thariq al-Mas’udi dari A’id bin Abi Burdah dari Ayahnya dari Abu Musa.

Wednesday, March 22, 2017

Kisah Teladan Hadratusy Syaikh KH. Hasyim Asy’ari Saat Bersama Gurunya, KH. Kholil Bangkalan

KH. Hasyim Asy’ari
Salah satu rahasia seorang murid bisa berhasil mendapatkan ilmu dari gurunya adalah taat dan hormat kepada gurunya. Guru adalah orang yang punya ilmu. Sedangkan murid adalah orang yang mendapatkan ilmu dari sang guru. Seorang murid harus berbakti kepada gurunya. Dia tidak boleh membantah apalagi menentang perintah sang guru (kecuali jika gurunya mengajarkan ajaran yang tercela dan bertentangan dengan syari'at Islam, maka sang murid wajib tidak menurutinya). Kalau titah guru baik, murid tidak boleh membantahnya.

Tuesday, March 21, 2017

Peristiwa 6 Syawal 8H : Perang Hunain


Ucapan Rasulullah ﷺ Yang Menyebabkan Golongan Anshar Menangis - Sheikh Dr. Ramadhan Al-Buthy

Dipetik Dari Sirah Nabawiyah karangan Al-Allamah As-Syeikh Muhammad Sa`id Ramadhan Al-Buthy.

۰۞۰ ۰۞۰ ۰۞۰ ۰۞۰ ۰۞۰

Kepada para mualaf penduduk Makkah yang baru masuk Islam Rasulullah ﷺ memberikan ghanimah dan sejumlah pemberian untuk mengikat hati mereka kepada Islam. Tetapi ada sebagian kaum Anshar yang merasa keberatan atas tindakan ini, mereka berkata, "Semoga ALLAH mengampuni Rasul-NYA, Baginda ﷺ memberikan Quraisy dan membiarkan kita padahal pedang-pedang kita masih menitiskan darah."

Setelah mendengar berita tersebut, Rasulullah ﷺ kemudian memerintahkan agar orang-orang Anshar dikumpulkan di suatu tempat khusus. Setelah mereka berkumpul, Rasulullah ﷺ berdiri di hadapan mereka menyampaikan khutbah khususnya :

Sunday, March 19, 2017

Seorang Wanita Dan Wahabi

Sayyid Alwi bin Abbas al-Maliki bercerita :

Dahulu Ada Seorang wanita sedang berdiri di hadapan makam Nabi  sambil mengucapkan, "Wahai Rasul, aku berharap syafa'atmu."

Lalu seorang wahabi melihatnya dan berkata, "Wahai wanita, kenapa kamu memanggil orang yg tidak dapat mendengar dan memberi manfaat, tongkatku ini lebih baik dan manfaat dari Muhammad. Kalau kamu ingin bukti ikutlah denganku."

Maka wanita itu keluar masjid bersamanya dan menemukan unta yang sedang duduk. Wahabi itu berkata kepada unta tersebut, "Wahai unta, berdiri karena menghormati Muhammad, bangunlah dengan kemuliaan Muhammad, aku bertawassul kepadamu dengan Muhammad supaya kamu berdiri."

Berdosakah Kita Bila Tidak Mengamalkan Hadits Shahih?

Pertanyaan : Assalamu ‘alaikum wr. wb. Bila ada hadits yang shahih dan telah disepakati keshahihannya oleh para ulama ahli hadits,...